Al fatihah sebagai Ma'mum
asslamualaikun,, ngeehee
sebelum ni ada buat entry pasai al-Fatihah dan jugak semayang jemaah.
well,, korang da praktis btoi2 ka.. Al-fatihah korang... da dengaq Ustaz Don bace
makesure betoi tau.. dari makhraj.. dan please..
at least bacaan tuh,, telinga sendiri boleh dengar.. jgn mumbling jerk taw. ahha
anda pernah jemaah,
pasti kenal kan
bersama imam dari awal, sempat bace alfatihah sempurna
Makmum yang masuk2,
sebagai makmum dalam keadaan
tyme imam da nak habes al-fatihah,, and nak rukuq dah ,
tak dan nak sempurnakan al-fatihah
TOLONG AND!!!
Siler search okies, and paham paham paham,
sebab musabab menjadi makmum masbuk dan muafiq
sebab dye ade syarat sah and so on dan 3 rukun kalo
terlewat sebab nak sempurnakanAl-Fatihah
________________
skunk nak kupas pasai bacaan al-fatihah kiter
Syeikh Uthaimin berkata: kewajipan membaca al-fatihah tidak boleh gugurkecuali bagi makmum yang masbuq dan yang menemui imam telah rukuq atay sedang berdiri, kemudian ia langsung mengikutinya kerana takut ketinggalan rukuq, sebelum mampu memebaca al-fatihah dengan sempurna, maka dalam hal ini kewajiwapan membaca al-Fatihah bagi makmum adalah gugur.
dan issu yang nak diperkatakan sebenarnye..
adalah pada ketika bacaan alfatihah as makmum
seperti kita tahu..
kita kene baca Alfatihah,:
confirm
and ketika imam
menjaharkan bacaan beliau,,
so kiter kene dengaq imam? or..
kite keep bace al-fatihah
kalo wajib dengaq.,
biler plak nak bace al-fatihah!!!!
ni la yang dok binggung binggung ni kan.. hurm,, so when i do the
pencarian dr pak cik hensem . Mr google la kan
ni yang di temui dari sini
______________________________________________
Membaca surat Al-Fatihah adalah bagian dari rukun shalat yang disepakati semua ulama. Imam dan orang yang shalat sendirian,tidak sah shalatnya bila tidak membaca surat Al-Fatihah.Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh 5 muhaddits berikut ini:
Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (HR Sittah)
Namun bagaimana dengan makmum, adakah juga merupakan kewajiban (rukun) atasnya? Ternyata dalam hal ini para ulama berbeda pendapat. Sebagian mewajibkannya dan sebagian lain tidak mewajibkannya.
Sebab perbedaan mereka karena adanya perbedaan dalil yang sama-sama shahih.
1. Abu Hanifah
Beliau berpendapat bahwa seorang makmum tidak wajib membaca surat Al-Fatihah secara mutlak. Baik dalam shalat sirriyah maupun dalam shalat jahriyah.
Beliau mengatakan bahwa ketika seorang menjadi makmum, maka yang wajib membaca surat Al-Fatihah adalah imam shalat. Dan bacaan imam menggugurkan kewajiban makmum membaca surat Al-Fatihah.
Landasan syar”i yang melatar-belakangi pendapat beliau adalah firman Allah SWT yang memerintahkan kita untuk mendengarkan ketika Al-Quran dibacakan.
Bila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan perhatikanlah, semoga kamu dirahmati. (QS Al-A”raf: 204)
Juga berlandaskan hadits nabi berikut ini:
Orang yang shalat di belakang imam, maka bacaan imam menjadi bacaan aginya.
2. Al-Malikyah
Dengan adanya dua dalil yang berbeda, padahal sama-sama shahih, beliau berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah mandubah (disunnahkan) pada shalat sirriyah (Dzhuhur atau Ashar). Namun makruh pada shalat jahriyah (Maghrib, Isya” Shubuh, Jumat, tarawih, tahajjud, witir, dan lain-lain).
3. Al-Hanabilah
Sedangkan Al-Hanabilah berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah mustahbbah (disukai) pada shalat sirriyah (Dzhuhur atau Ashar). Juga pada saat imam diam pada shalat jahriyah. Namun makruh pada shalat jahriyah, yaitu pada saat imam sedang membaca Fatihah.
4. As-Syafi”i dan pendukungnya
Berbeda dengan pendapat di atas, Al-Imam Asy-Syafi”i rahimahullah justru ingin memadukan dua dalil yang diperdebatkan. Beliau mengatakan bahwa meski sebagai makmum harus ikut imam, tetapi urusan baca surat Al-Fatihah tetap wajib dan rukun. Tidak boleh ditinggalkan dan tidak cukup bacaan imam sebagai bacaan bagi makmum. Namun kewajiban mendengarkan bacaan imam juga tidak bisa dinafikan begitu saja. Sebab dalilnya qath”iyyuts-tsubut dan qath”iyud-dilalah.
Maka harus dicarikan jalan tengahnya. Dan jalan tengahnya adalah bahwa ketika imam sedang membaca surat Al-Fatihan, makmum wajib mendengarkannya. Dan setelah selesai membaca Amin,sebelum imam membaca surat tambahan, makmum membaca sendiri surat Al-Fatihah. Sehingga kedua dalil yang diperdebatkan bisa sama-sama dilaksanakan.
---------------------------------
oleh kerana kita didalam mazhab syafie..
maka dengan itu
WAJIB DENGAQ IMAM BACE
okies
same2 aminkan bacaan.
(no wonder la dulu kalo zaman nabi kalo semayang-
30 orang aminkan macam 100 orng yang jemaah)
they did listen to imam and aminkan
so, kalo korang duk jemaah 2-3 -5-7 orang, dan dikalangan
kengkawan anda, ataupun ANDA sendiri yang jadik imam
sile, sile sile
beri perhatian pada makmum,, jangan dok pikiaq nak laju
dah makmum dok dengaq kiter bace al-fatihah
pastu kiter nak tinggalkan die sesedap hati
sampai dye tak dan nak bace al-fatihah..
ngee.. so Imam. be considerized
bace surah pepanjang sket,
kalo tak hafal,
surah al-ikhlas-bace 3 kali
pun okeiesss,, ngee
and, for ma'mum,
u did kenal ur imam!!!!
kalo anda tau dye jenis bace laju,,,
janganlah sesdap rase bace over perlahan..
mmg lah sedap kalo tertinggal rukun
ngee..as we did know that
bacaan al-Quran itu ada tiga wajah iaitu tartil (lambat),
tadwir (sederhana) dan hadr (laju). Jadi, kalau pada rakaat pertama kita ketinggalan membaca al-fatihah maka pada rakaat seterusnya hendaklah kita memilih bacaan yang lebih cepat supaya sempat menghabiskan al-fatihah
selamat berjemaah..!!
Comments
Post a Comment